Disamping berfungsi sebagai penutup cahaya dan pemandangan luar, kesan formal dan elegan menjadi alasan lain kenapa gorden blinds ini dipilih sebagai gorden kantor.
Harga gorden kantor tentu sangat beragam, tergantung pada kualitas bahan dan jenis yang dipilih. Bagi kantor atau instansi yang memiliki budget besar untuk pengadaan gorden kantornya, bisa secara bebas menentukan jenis gorden kantor apa yang ingin digunakannya. Tapi, jika budget pengadaan gordennya terbatasan maka vertical blinds bisa menjadi alternatif yang pas untuk tirai kantor anda.
Tentu saja tidak mutlak seperti itu. Untuk sebagian jenis bahan, harga vertical blinds jauh leih mahal dari gorden kantor lainnya.
Harga vertical Blinds dari merek-merek terkenal seperti Onna, Sharp Point atau Shin Ichi berkisar antara Rp 128.000 hingga Rp 600.000 permeter persegi (L x T). Murah mahalnya vertical blinds (dan gorden kantor lainnya) ditentukan oleh jenis bahan yang dipilih. Jika budget yang tersedia sangat terbatas, sebaiknya anda memilih jenis bahan Dim Out yang paling standard (biasanya seri 7 pada merek Onna), atau type Superior seri 80 pada merek Sharp Point. Pilih system pengoperasian dan komponen yang standard saja (chain system), karena pemilihan system operasi yang lainnya akan mempengaruhi harga. Plus jangan lupa untuk meminta diskon yang layak bagi gorden kantor yang anda beli.
Merk busana asal Paris, Hôtel, meluncurkan koleksi busana buatan tangan yang dibuat dari kain gorden hotel yang sudah tak terpakai dari seluruh penjuru kota. Alexandra Hartmann, perancang busana dibalik merk Hôtel mengatakan proyek tersebut memiliki filosofi untuk merangkul ketidaksempurnaan materi sumber, dengan setiap potongan kain menghasilkan ciptaan yang benar-benar unik. Karya-karyanya dibuat di sebuah studio di Belleville, Paris.
Dari awal sampai akhir, keseluruhan produksi bersifat lokal, dengan beberapa bahan berasal dari tahun 1940-an. Setiap kain dipilih sendiri dengan maksud untuk menciptakan sesuatu yang istimewa, dan sifat inheren proyek ini berarti setiap jaket berbeda dan hanya ada satu-satunya.
“Saya terpesona oleh tirai pertama yang saya temukan. Teksturnya sangat lembut, jenis kain yang ingin melekat di kulit Anda. Itu mengingatkan saya pada tempat yang aman. Jadi, saya mulai membayangkan bagaimana bahan lembut dan padat ini bisa membungkus sekujur tubuh, dan saya terpesona oleh kilau dan keanggunan yang tak terduga yang berasal dari tirai yang sebenarnya sederhana. Pada saat yang sama, kain itu kaya akan sejarah, seperti cerita yang ditenun menjadi kainnya, “kata Alexandra Hartmann dilansir dari Lonely Planet Travel News, Kamis (12/10).
Beberapa jaket menonjolkan lapisan sutra yang menakjubkan dan detail yang rumit, sementara yang lainnya minimalis atau reversibel. Proses mencari tirai terbukti menjadi usaha epik, Alexandra memanggil setiap hotel, motel, dan chambres d’hôtes yang bisa dipikirkannya untuk mencari potongan menarik dan unik yang sesuai.
“Reaksinya benar-benar positif. Sesungguhnya saya tidak benar-benar mengharapkan apapun, saya hanya melakukannya dan bersenang-senang. Saya sangat berterima kasih atas respon positifnya, dan ini membantu saya maju, ternyata saya bukanlah satu-satunya yang tampaknya memikirkan apa yang saya lakukan itu menarik, “kata Alexandra.
Gorden Rumah SakitAnti darah dengan bahan Pvc untuk memenuhi kebutuhan pelayanan medis yaitu untuk keperluan Gorden rumahsakit, gorden puskesmas, gorden klinik dan gorden untuk pelayanan medis lainnya. gorden anti darah bahan Pvc ini selain Higienis juga menambah nilai Estetika pada ruangan yang di aplikasikan, ada tiga pilihan warna untuk jenis bahan pvc atau gorden anti darah.
Gorden Anti Darahini juga tersedia dengan jenis bahan Blackout yaitu dengan bahan lebih tebal dengan lapisan bagian belakang kain warna berbeda.
Sebuah hotel di Amsterdam, Belanda, malah bangga karena punya banyak aturan nyentrik. Salah satunya, menyuruh tamu menggunakan gorden sebagai handuk! Tak hanya itu, hotel terburuk di dunia ini masih punya banyak aturan ‘gila’ lainnya.
Hans Brinker Budget Hostel (dailymail.co.uk)
Berlibur ke Amsterdam, Belanda sebaiknya Anda hati-hati memilih penginapan, khususnya Hans Brinker Budget Hostel. Hotel murah dengan biaya 18 Euro (sekitar Rp 277 ribu) per malam ini punya cara nyentrik, bahkan cenderung jorok, saat menjamu tamunya.
Sementara hotel lain berebut mempertahankan predikat sebagai hotel terbaik, Hans Brinker Budget Hostel justru memberikan perlakuan terburuk kepada traveler yang bermalam di sana. Traveler yang kebanyakan mahasiswa akan merasakan tidur seperti di dalam penjara yang kotor, bau, dan dingin.
Bahkan di website resmi Hans Brinker Budget Hostel yang detikTravel lihat, Rabu (21/11/2012) mereka menuliskan “Those wishing to stay at the Hans Brinker Budget Hotel, Amsterdam, do so at their own risk and will not hold the hotel liable for food poisoning, mental breakdowns, terminal illness, lost limbs, radiation poisoning, certain diseases associated with the 18th century, plague, etc”. Kalimat itu menjelaskan kalau wisatawan harus menanggung risiko dan hotel tidak akan bertanggung jawab atas keracunan makanan, gangguan mental, penyakit, dan lain-lain. Ya ampun!
Salah satu yang paling buruk, ketika pihak hotel mengganti handuk dengan gorden dengan alasan menghemat biaya pencucian. Bayangkan saja, mereka tidak akan sungkan menyuruh pengunjung hotel untuk mengeringkan badan menggunakan tirai kamar masing-masing.
Dari situs resminya, selama 40 tahun berdiri, hotel ini selalu menawarkan tingkat kenyamanan yang sebanding dengan penjara. Kamar yang kotor, tidak ada air panas, tidak ada televisi, bar bawah tanah dengan cahaya yang sangat terbatas dan minim udara segar. Uniknya, hotel ini malah bangga akan predikat tersebut.
Harga murah yang ditawarkan oleh hotel ini bertujuan untuk mengurangi protes dari para tamu dengan kenyamanan yang sangat buruk dari hotel tersebut. Tapi ternyata, tidak semua yang ada di hotel ini buruk.
Alih-alih menggunakan elevator, pengunjung bisa naik tangga. Lumayan kan, hitung-hitung olahraga. Hotel ini pun tetap menarik perhatian pengunjung. Buktinya dari 511 kamar yang ada, sekitar 127 kamar selalu penuh setiap harinya. Wow!